Work Values
Contoh laporanNilai Kerja

Work Values

Peserta: Peserta Contoh · data sintetis untuk ilustrasi

Ini contoh laporan dengan skor sintetis — bukan peserta nyata. Laporan asli dihasilkan mesin skoring per sesi dan hanya dapat diakses perusahaan yang berwenang.

Data Peserta
Nama
Rangga Adiputra
Posisi Dituju
Account Executive
Usia
31 tahun
Pendidikan
S1 Manajemen
Detail Pelaksanaan
Framework
Schwartz Theory of Basic Values
Durasi
18 menit
Kelengkapan
40 dari 40 butir
Bahasa
Bahasa Indonesia

Ringkasan Eksekutif

Secara keseluruhan, profil Nilai Kerja Rangga Adiputra berada pada tingkat tinggi (rata-rata 65 dari 100). Dimensi tertinggi adalah Security (80), sedangkan Power (45) paling perlu diperhatikan. Nilai kerja bersifat prioritas relatif — tidak ada yang benar/salah; tiga teratas paling menggerakkan peserta.

SecuritySangat Tinggi
80

Stabilitas & keamanan.

AchievementTinggi
78

Prestasi, kesuksesan pribadi.

BenevolenceTinggi
75

Kepedulian pada orang dekat.

Self-DirectionTinggi
70

Kemandirian, kreativitas.

UniversalismTinggi
68

Keadilan & kesejahteraan universal.

StimulationSedang
64

Petualangan, tantangan.

ConformitySedang
62

Kepatuhan & sopan santun.

TraditionSedang
58

Penghormatan tradisi.

HedonismSedang
52

Kesenangan, kenikmatan hidup.

PowerSedang
45

Kekuasaan, status, kendali.

Kekuatan
Security · Achievement
Area Pengembangan
Power
Logika perhitungan
  • Skor tiap dimensi = persentase poin peserta terhadap poin maksimum dimensi (0–100).
  • Rata-rata profil = (45 + 78 + 52 + 64 + 70 + 68 + 75 + 58 + 62 + 80) ÷ 10 = 65.2.
  • Band: ≥80 Sangat Tinggi · 65–79 Tinggi · 45–64 Sedang · 30–44 Rendah · <30 Sangat Rendah.

Pola Menonjol — Dinamika Antar-Dimensi

Peta nilai kerja peserta dipuncaki oleh Security (80) dan Achievement (78) — kombinasi khas individu yang berorientasi hasil namun di atas fondasi stabilitas; ia terdorong mencapai target selama lingkungan kerjanya cukup pasti. Benevolence (75) yang juga tinggi menambah dimensi relasional yang menguntungkan untuk peran berbasis hubungan. Di sisi lain, Power (45) yang paling rendah menunjukkan peserta tidak digerakkan oleh status atau otoritas — ia lebih mengejar pencapaian dan keamanan daripada kekuasaan.

Interpretasi Mendalam per Dimensi

Security

Sangat Tinggi (80). Pada level sangat tinggi, Security merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan mengutamakan stabilitas, keteraturan, dan rasa aman dalam bekerja. Pola ini menjadi modal positif yang dapat diandalkan dalam menjalankan peran sehari-hari. Klarifikasi wawancara: minta satu contoh konkret saat peserta menunjukkan nilai ini secara nyata di pekerjaan.

Achievement

Tinggi (78). Pada level tinggi, Achievement merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan terdorong oleh pencapaian, target, dan pengakuan atas keberhasilan. Pola ini menjadi modal positif yang dapat diandalkan dalam menjalankan peran sehari-hari.

Benevolence

Tinggi (75). Pada level tinggi, Benevolence merupakan salah satu kekuatan yang menonjol pada peserta. Dalam praktik kerja, hal ini tampak sebagai kecenderungan menghargai kesejahteraan rekan dekat dan relasi yang saling mendukung — modal untuk membangun hubungan pelanggan jangka panjang.

Self-Direction

Tinggi (70). Peserta menghargai kebebasan menentukan cara kerja sendiri dan berkreasi. Beri ruang gerak pada pendekatan kerja untuk menjaga motivasinya.

Universalism

Tinggi (68). Peserta peduli pada keadilan, etika, dan kepentingan yang lebih luas — menambah integritas dalam relasi komersial.

Stimulation

Sedang (64). Kebutuhan akan variasi dan tantangan hadir pada kadar moderat — cukup menyukai dinamika tanpa memburu risiko.

Conformity

Sedang (62). Kepatuhan pada norma dan sopan santun ditampilkan secukupnya sesuai tuntutan situasi.

Tradition

Sedang (58). Penghormatan pada tradisi dan kebiasaan hadir pada kadar moderat.

Hedonism

Sedang (52). Orientasi pada kesenangan berada pada kadar moderat; jaga keseimbangan kerja–hidup untuk mencegah kelelahan.

Power

Sedang (45) — nilai terendah peserta. Ia tidak digerakkan oleh status atau otoritas; posisikan pengaruh sebagai sarana dampak, bukan tujuan. Jalur penghargaan berbasis pencapaian lebih efektif daripada gelar jabatan.

Interpretasi Profil

Peta nilai dipuncaki Security (80) dan Achievement (78) dengan Benevolence (75) menyusul — individu berorientasi hasil di atas fondasi stabilitas, dengan sisi relasional yang kuat. Power (45) terendah: status bukan motivator utama. Rata-rata 65 dari 100 (Tinggi); paling selaras dengan peran bertarget jelas dalam struktur yang memberi kepastian.

Catatan Metodologi & Keterbatasan

  • Work Values mengacu pada Schwartz Theory of Basic Values; skor menggambarkan kecenderungan relatif. Kesesuaian dinilai relatif terhadap tuntutan peran, bukan kategori benar/salah.
  • Skor disajikan pada skala terstandar 0–100 dengan interpretasi lima band. Penyetaraan terhadap kelompok norma (norm group) populasi Indonesia dijadwalkan pada pemutakhiran berikutnya.
  • Hasil merupakan satu sumber informasi pendukung; gunakan bersama wawancara, rekam jejak, dan data lain. Bukan dasar tunggal keputusan seleksi atau penempatan.
  • Laporan bersifat rahasia dan hanya untuk pihak yang berkepentingan dalam proses asesmen peserta.
DTU Talenta